Hotel Brother Solo Baru diprotes warga

Dimuat Aug 5th, 2013 dalam Kategori Breaking news, Liputan Utama, Pemerintahan. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

 Hotel Brother Solo Baru,

Hotel Brother Solo Baru

Sukoharjo ( Soloraya Online ) – Sejumlah warga yang tinggal berbatasan langsung dengan Hotel Brother Solo Baru, Grogol Sukoharjo, memprotes pendirian hotel tersebut. Pasalnya sampai hotel tersebut siap digunakan, warga mengaku tidak pernah diajak musyawarah ataupun menandatangani segala kesepakatan, seperti untuk kepentingan HO ataupun IMB.

Warga mengadukan hal tersebut pada Komisi I DPRD Sukoharjo, setelah berbagai upaya dilakukan semenjak bangunan hotek tersebut dibangun pada awal tahun 2013 silam.

“Benar ada warga Solo Baru yang berbatasan langsung dengan hotel Brother mendatangi kami (Komisi I) untuk menyampaikan keluhan mereka. Mereka diwakili sekitar 4 kepala keluarga yang tinggal didekat hotel bahkan berbatasan langsung dengan hotel.”ungkap Suryanto, Ketua Komisi I DPRD Sukoharjo, Sabtu (4/8) kemarin pada koran ini.

Dijelaskan Suryanto, dalam pengaduan tersebut intinya warga merasa belum pernah diajak rembugan mengenai pendirian hotel tersebut. Apalagi menandatangani sesuatu. Padahal yang proses ijin HO atau gangguan harus diketahui warga sekitar.

“Bahkan informasi dari warga yang bersebelahan, pihak pemborong proyek tersebut dan pekerjanya masalah pernah membuang kotoran di halaman tetangga. Jelas itu sangat tidak dibenarkan.”imbuhnya.

Dijelaskan pula bahwa sebelumnya warga sudah memprotes hal tersebut melalui pihak Desa maupun Kecamatan. Bahkan sudah beberapa kali dilakukan rapat. Namun sampai bangunan hotel tersebut jadi tidak ada tindaklanjut apapun.

“Kami segera menindaklanjuti kasus ini, jangan sampai iklim investasi di Sukoharjo dicurangi dengan kasus – kasus ijin seperti ini. Setelah libur lebaran nanti akan dijadwalkan hearing dengan memanggil seluruh yang bersangkutan seperti pengembang atau pengelola hotel, KPPT, Camat, Desa maupun warga.”kata Suryanto.

Ditambahkan pula ada informasi lain yang masuk ke meja Komisi I, bahwa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel tersebut bermasalah seperti kasus Hartono Mall. Yakni ijin lantai bangunan tidak sesuai kenyataan.

“Ada info kalau hotel tersebut berijin 4 lantai, tapi kenyataannya ada 6 lantai. Itu nanti yang akan kita cros cek juga. Dan himbauan kami agar hotel tersebut jangan beroperasi dulu sampai masalah ini selesai.”tandas Suryanto. ( Ujianingsih )

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo