Berkedok PNS Kemenag , awas penipu gentayangan cari mangsa

Dimuat Jul 30th, 2013 dalam Kategori Breaking news, Hukum dan Kriminalitas, Liputan Utama. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

surat untuk menipu cpns

surat untuk menipu cpns

Sukoharjo ( Soloraya Online ) – Berbagai upaya dilakukan para pelaku penipuan, termasuk mencatut sejumlah kantor Negara maupun pejabat Negara untuk memuluskan aksinya. Seperti kasus penipuan yang dialami AY (24) seorang guru WB di salah satu SD di Kartasura, yang tertipu oleh penipu yang mengatasnamakan pegawai Kementrian Agama (Kemenag) Kanwil Propinsi Jateng.

Pada Koran ini, AY, menuturkan aksi pelaku penipuan tersebut yang dialaminya pada hari Jumat (26/7) kemarin, diharap kasus tersebut menjadikan peringatan bagi masyarakat agar tidak tertipu seperti dirinya.

“Awalnya si penipu itu, terlihat mondar mandir di lingkungan rumah saya. Lalu saat bertanya tetangga ia mengaku mencari rumah SN, namanya sama dengan ayah saya oleh tetangga ditunjukkan ke rumah saya. Lalu ditemui ayah dan ibu saya.Tapi bapak saya tidak kenal ternyata SN yang dicarinya bukan SN bapak saya.

Tapi dia yang mengaku bernama Drs H. Ahmad Mawardi MAg tersebut pandai berbicara dan pembicaraan mengalir panjang, apalagi ia mengaku kenal dengan sejumlah guru dan pegawai Kemenag di Boyolali, dimana bapak saya bertugas.”ungkap AY saat ditemui wartawan Koran ini di SD dimana ia bertugas, Senin (29/7) kemarin.

Kepada Koran ini AY yang didampingi ibunya Da menceritakan kelanjutan kronologi pertemuannya dengan ‘PNS Kemenag’ tersebut.

Ahmad Mawardi mengaku sebagai pegawai Kemenag Popinsi Jateng, yang mengatakan bahwa ia punya informasi kalau Kemenag membutuhkan beberapa guru untuk MTSN di Klaten. Kebetulan AY dan kakaknya masih tercatat guru WB untuk pelajaran matematika dan pelajaran biologi.

Bagai tersirep oleh mulut manis pelaku, apalagi dengan penampilan pelaku yang meyakinkan ditambah dengan sejumlah dalil-dalil ayat Al q’uran yang disampaikannya membuat SN dan Da tergoda.

Pada hari itu juga, pelaku langsung menunjukkan dua buah amplop warna coklat masih bersegel dengan kop cap Kemenag Kanwil Propinsi Jateng. Unuk amplop coklat kecil berisi keterangan losongan guru dan TU dari Kemenag. Sementara amplop coklat ukuran cabinet tanggung berisi daftr syrat pengambilan blanko form pengangkatan pengganti PNS Kemenag yang mengundurkan diri.

“pelaku mengaku ia mencari 6 orang untuk menggantikan posisi CPNS tahun 2011 yang lolos tapi mengundurkan diri. Jadi istilahnya mencari penggantinya, keterangan tersebut diperkuat dengan dua surat tersebut. Didalamnya juga tertera angka pembayaran sebesar rp 58 ribu untuk biaya berkas dan rp 5,5 juta untuk biaya pemberkasan CPNS yang dibagi untuk 6 orang.”imbuhnya.

Dengan informasi itu YA langsung disuruh mengisi blanko biodata yang nantinya akan diserahkan ke Kemenag.

Karena terbujuk, hari itu juga YA menyerahkan uang sebesar Rp 1 juta pada pelaku. Apalagi setelah pengisian blanko, pelaku mengaku harus cepat pulang untuk segera memasukkan data tersebut ke Kemenag.

“Setelah pertemuan masih dilanjut dengan hubungan via telpon, tapi malah ia menawarkn lagi untuk memasukkan kakak saya juga, tapi dengan biaya yang lebih mahal yakni Rp 3,2 juta. Tapi ya itu karena sepertinya sudah terhipnotis, meski via telpon yang sudah berselang sehri, ibu saya tetap memenuhinya dan mentransfer uang tersebu.”imbuhnya.

Setelah ditunggu sampai 2 hari kemudian, tidak juga ada kabarnya, dipastikan aksi tersebut adalah penipuan.

“Semula ibu saya sudah diperingarkan agar mengabaika permintaan tersebut, tapi tidak digubris. Dan uang tetap ditransfer keesokan harinya. Tapi setelah uang transferan masuk sejak itu hp pelaku tidak bisa dihubungi, termasuk nomor kantor Kemenag. Jadi total kerugian kami Rp 4,2 juta.”

YA kembali menegaskan masalah tersebut tidak akan diperpanjang ke jalur hukum namun ia merasa perlu menyampaikan kepada media agar tidak lagi muncul korban-korban lain. ( Putra Kurniawan )

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo