Kasus dugaan ijasah palsu ditanggapi dingin

Dimuat Jul 18th, 2013 dalam Kategori Breaking news, Liputan Utama, Pemerintahan. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

Purwanto kades terpilih Desa Tarubatang, Selo

Purwanto kades terpilih Desa Tarubatang, Selo

Boyolali (Soloraya Online) -Purwanto kades terpilih Pilkades Tarubatang, Selo, menanggapi dingin kasus dugaan ijazah palsu yang menimpanya.

 “Saya tidak pernah melakukan pemalsuan ijazah seperti yang dituduhkan,” katanya, Kamis (18/7/2013).

Dia menyatakan tidak melakukan pemalsuan apapun. Dirinya juga tidak menyertakan ijazah sebagai persyaratan pilkades. Sesuai surat lamaran, dia hanya menyertakan fotokopi surat tanda serta belajar (STSB) Kejar Paket B.

Fotokopi tersebut juga sudah dilegalisasi oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). STSB dia peroleh usai mengikuti program Kejar Paket B di Cepogo tahun 1996. Dirinya ikut kejar paket karena tidak lulus sekolah.

“Saya hanya sekolah sampai kelas IV SD,” katanya.

Mengenai dugaan pemalsuan ijazah, Purwanto mengatakan sudah dipanggil pihak Bagian Pemerintahan Daerah Pemkab Boyolali dan Polres Boyolali. Dijelaskan semua persoalan dari awal hingga mencuatnya kasus tersebut. STSB yang asli juga dia serahkan ke Pemdes.

Berkait perubaan nama dari Pardiyono menjadi Purwanto, suami dari Yani ini tidak menampiknya. Saat lahir, dia diberi nama oleh orang tuanya dengan nama Pardiyono. Hanya saja, setelah dewasa dan menikah, dia lalu diberi nama tua sesuai kebiasaan desa setempat.

“Setelah menikah, saya diberi nama Purwanto. Nama itu saya gunakan hingga sekarang. Bahkan dalam KTP, sertifikat maupun balik nama kendaraan juga sudah menggunakan nama Purwanto,” katanya.

Jika masalah itu mengganjal pelantikan dirinya sebagai kades Tarubatang, lanjut Purwanto, Dia mengaku bakal menyerahkan semua permasalahan kepada masyarakat dan masa pemilihnya.

“Saya juga tidak akan mengundurkan diri, kalau saya mundur saya bisa- bisa dihabisi sendiri oleh warga,” katanya.

Dirinya justru mempertanyakan alasan tergajalnya pelantikan. Mengingat, persyaratan yang sama pernah dia pakai saat pilakdes tahun 2007. Saat itu, dirinya kalah suara. Kemudian, maju lagi dalam pilkades yang digelar tanggal 20 April lalu. Dengan persyaratan yang sama termasuk STSB, dia dinyatakan sudah memenuhi persyaratan administrasi.

“Sekarang saya menang pilkades dengan meraih dukungan 835 suara, atau terpaut enam suara dari jago lainnya, Taslim,” pungkasnya. (yulianto)

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo