Nekad mangkal, tujuh PSK digaruk

Dimuat Jul 25th, 2012 dalam Kategori Breaking news, Hukum dan Kriminalitas, Liputan Utama. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

di garuk petugas

di garuk petugas

Boyolali (Soloraya Online ) – Nekat  mangkal di bulan puasa, sejumlah perempuan penjaja seks komersial (PSK) terkena garukan petugas. Satu orang PSK bahkan kena garuk saat usai bermain dengan lelaki hidung belang di sebuah tempat pijat di Ampel.

Kabag Ops Polres Boyolali, Kompol Giyono mengungkapkan, tujuh orang PSK dan seorang lelaki hidung belang tersebut terkena razia tim operasi penyakit masyarakat (Pekat) Polres Boyolali.

“Operasi Pekat yang kami gelar tiga hari terakhir berhasil merazia tujuh orang PSK dan satu lelaki hidung belang,” ungkap dia, Selasa (24/7/2012).

Dijelaskannya, para PSK tersebut dua orang di antaranya berhasil digaruk di wilayah Ampel, dan lima orang sisanya digaruk di kawasan pasar kayu Sonolayu, Boyolali Kota. Namun kesemua PSK yang terkena garukan malam hari tersebut, berasal dari luar daerah Boyolali. Mereka kena garuk karena nekat mangkal menjaring pelanggan di bulan puasa.

Ketujuh PSK tersebut yakni Sugimah, Sri Maryatin, Siti Lestari, Lestari, Hartini, Asih, Sumarsih, dan Suhartini.

Satu dari PSK tersebut ditangkap di panti pijat Ampel, usai bermain selingkuh dengan Sumardi. Menurut Kabag Ops Giyono, keseluruhan PSK yang berhasil digaruk petugas, akan diproses secara hukum. Mereka kemudian langsung disidangkan di Pengadilan Negeri Boyolali dan dikenakan Pasal tindak pidana ringan (Tipiring). Sebagian dari mereka pun kemudian dikenakan denda Rp 50 ribu.

Terpisah, menurut Suhartini, dirinya terpaksa mangkal karena kepepet kebutuhan keluarga. Pasalnya, dia harus membesarkan anaknya yang baru berusia dua tahun, sementara dia sudah tak bersuami saat ini. Selain itu, naiknya harga-harga kebutuhan saat bulan puasa menambah kesulitan ekonomi yang dilakoninya.

“Mau bagaimana lagi, anak masih kecil dan ditinggal suami, kami kan juga butuh makan,” kata dia.

Lantaran tidak memiliki keahlian kerja, sehingga para PSK ini pun nekat menjajakan diri, meski sudah dilarang terutama pada bulan suci Ramadhan ini. Di sisi lain, petugas pun terus menggalakan razia Pekat, guna mengantisipasi cipta kondisi puasa dan lebaran hingga 6 Agustus mendatang. (yulianto)

 

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo