Warga keluhkan lambatnya bantuan pipa

Dimuat Mar 2nd, 2012 dalam Kategori Breaking news, Ragam Peristiwa. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

pipa putus

pipa putus

Boyolali (Soloraya Online) – Dampak banjir bandang yang merusak dan menghanyutkan ribuan meter pipa air bersih di wilayah Lereng Merapi, yang terjadi sekitar enam bulan lalu masih dirasakan warga Desa Klakah, Selo. Kondisi pipa saluran air bersih untuk dua dusun di tersebut mengalami kerusakan cukup parah, dan sejumlah batang pipa besi juga hanyut terbawa banjir bandang. Jumat (2/3/2012).

Menurut Kepala Desa Klakah, Slamet, hingga saat ini pipa tersebut belum diperbaiki. Sehingga tidak dapat difungsikan lagi untuk menyalurkan air bersih ke Dusun Klakah Tengah yang berpenduduk 194 Kepala Keluarga (KK) dan Klakah Ngisor 125 KK.

“Banjir bandang ini bukan hanya merusak seluruh pipa air bersih, tapi juga sebagian lahan pertanian milik petani setempat. Sebagian pipa paralon berukuran cukup besar tersebut pecah, patah dan ada juga yang hanyut ke kali Apu. Sedangkan pipa besi meskipun sempat hanyut tapi masih banyak tersangkut di dalam sungai yang terdapat banyak batu-batu besar,” katanya.

Dijelaskan, derasnya hujan, membuat sebagian material di Puncak Merapi hanyut menyerupai banjir bandang.  Akibatnya sekitar 3000 batang pipa air ukuran 4 meter hanyut dan tidak ditemukan lagi.

Tokoh masyarakat Desa Klakah, Suhartono (58) menambahkan, kerusakan pipa itu bukan hanya meresahkan ratusan warga pada dua dusun , akibat terhenti suplai air bersih untuk kebutuhan MCK, tapi juga menimbulkan kerugian karena banyak pipa hanyut dan pecah.

“Untuk keperluan rumah, sudah hampir enam bulan ini, kami mengambil air dari sungai terdekat,” katanya.

Atas kejadian itu,pihaknya berharap pemerintah setempat segera menyalurkan bantuan diantaranya berupa pipanisasi atau bantuan air bersih.

“Sejak awal November tahun lalu, warga juga sudah mengajukan proposal bantuan ke Pemkab, tapi sampai saat ini belum ditanggapi, padahal pipa-pipa itu sangat mendesak dibutuhkan warga,” katanya.

Lambatnya bantuan itu, membuat beberapa warga setempat mengadu ke DPRD Boyolali.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD Boyolali Sujadi usai menemui warga Selo,mengatakan pihaknya meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan terkait infrastruktur sarana air bersih  yang menjadi kebutuhan warga di wilayah lereng Merapi.

“Pemkab hendaknya segera menentukan langkah-langkah penanganan untuk mengatasi kebutuhan pipanisasi diwilayah  terdampak Merapi,  jangan sampai mereka hanya menunggu terlalu lama,” katanya. (yulianto)

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo