Musim hujan, produksi genteng turun drastis

Dimuat Feb 2nd, 2012 dalam Kategori Breaking news, Liputan Utama, Ragam Peristiwa. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

mepe genteng

mepe genteng

Wonogiri (Soloraya Online) – Kalau biasanya atau pada musim kemarau lalu dua minggu sekali mereka memproduksi genteng namun dewasa ini butuh waktu satu bulan.  Di Desa Girimarto ada sekitar 359 pengusaha genteng yang umum merupakan usaha turun-temurun warisan orang tua bahkan kakek-nenek mereka.

Musim penghujan dinilai sebagai musim paceklik bagi kalangan pengrajin kecil genteng Dusun Kendal Desa/Kecamatan Girimarto Wonogiri. Betapa tidak, sejak memasuki musim penghujan angka produksi genteng rata-rata turun hingga 50 persen.

Maka, wajar jika desa ini dikenal sebagai sentra industri genteng di daerah Kabupaten Wonogiri disamping Desa Wiroko Kecamatan Tirtomoyo. “Ya cuma ini satu-stunya mata pencaharian keluarga kami membuat genteng, tanah pekarangan apalagi sawah tidak punya,” ujar Heru Setyawan (25) warga Kendal RT 04/RW VII Girimarto yang membantu orang tuanya, Jino, menggeluti bisnis ini sejak sekitar tahun 1980an.

Menurut pemuda jebolan SMP ini, kerapnya hujan akhir-akhir ini berpengaruh terhadap proses pembuatan hingga pembakaran genteng. “Kalau panas (matahari) kurang maka hasil pengeringannya kurang bagus,” tuturnya saat ditemui di rumahnya tengah membantu orang tua mengemasi genteng-genteng mentah di halaman rumah yang siap dimasukkan ke tungku pembakaran.*(dit)

Tinggalkan Komentar