Sandal jepit dan kain istri mantan Kapolres, membawa Ningsing ke pengadilan

Dimuat Jan 18th, 2012 dalam Kategori Breaking news, Hukum dan Kriminalitas, Liputan Utama. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

BB kain  dan Sandal Jepit

BB kain dan Sandal Jepit

Sragen (Soloraya Online) – Nisngsih (19) warga Temanggung, Jawa Tengah salah satu pembantu mantan Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra terancam kurungan penjara lima tahun, hal tersebut menyusul terdakwa saat dilakukan sidang perdana di pengadilan Nengeri (PN) Sragen Selasa (17/1) dengan Ketua Hakim Komarudin Siman Juntak dan Hakin anggota Sahat Sihombing serta Roro Endang Dwi Handayani.

Dalam sidang tersebut terdakwa tidak didampingi oleh kuasa hukum, menurut hasil pantaun dilapangan , tidak hanya terdakawa saja, kedua orang tua korban yang dijadikan saksi dari pihak Polres yakni Waluyo (48) dan Dua istrinya yakni Kliem (45), istri tiri yakni Nuryati (30) juga turut dihadirkan.

Menuruti keterangan saksi yakni ayah terdakwa Waluyo, mengaku bahwa tidak tau apa – apa, karena pada saat itu ia sedang berada dikalimantan. Ia juga mengaku belum pernah diberi apa – apa dari anaknya selama bekerja di Sragen. Dikatakan Waluyo bahwa sebelum di Sragen anaknya tersebut sempat kerja di Jogja, dari keterangan dia, terdakwa sempat di beri barang – barang dari majikannya yang berada di Jogja dan bukan dari mantan kapolres Sragen.

“Saya tidak tau mas karena saya dua tahun itu di Kalimantan,dan sekarang tiba – tiba ada kejadian ini dan dipanggil di pihak polres Sragen untuk menjadi saksi, namun saya hanya dikasih waktu untuk bertemu anak saya tidak ada 2 menit. Anak saya juga tidak pernah
memberikan saya apa-apa.” Ujarnya

Hal senada juga diungkapkan ibu Kandung terdakwa yakni Kliem, setelah mendapat kabar kejadian dari pihak polres Sragen, beberapa jajaran polres Sragen langsung melakuakn penggledahan terhadap rumah terdakwa. Namun dalam pengledahan tersebut di katakan Kliem beberapa polisi langsung mengambil beberapa kain yang diduga milik Kapolres yang akan di jadiakn sebagai barang bukti. Pihak kepolisian sendiri sebelumnya juga mengatakan bahwa kejadian tersebut akan di selesaikan secara kekeluargaan, namun kenyataan hal kasus tersebut sampai ke Pengadilan.

“Terus terang saja mas, barang – barang  tersebut yang di jadiakan Barang Bukti yang saya kenal hanya sandal dan beberapa kain, yang lain itu diambil oleh petugas polisi dari rumah saya, dan anak saya itu mengaku karena dipaksa untuk mengakuinya.” Terang Kliem

Sementara itu terdakwa sendiri yakni Ningsih mengaku bahwa ia hanya mengambil sandal milik istri Kapolres, 6 kain sutra dan 1 pasang kain sarimbit. Namun di dalam Berita Acara Pemeberitaan (BAP) Ningsih kaget kerena juga di tuduh mencuri uang sebesar Rp  5 Juta milik kapolres. “Seinget saya, itu  saya hanya mengambil sandal dan kain,” Terang Niingsih saat meninggalkan ruang pengadilan. (Rudy Hartono)

Tinggalkan Komentar