Bupati serahkan tali asih kepada eks trasmigran terlantar

Dimuat Dec 5th, 2011 dalam Kategori Breaking news, Pemerintahan. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

 

Bupati Boyolali Seno Samodro

Bupati Boyolali Seno Samodro

Boyolali (Soloraya Online)- Sebanyak 15 Kepala Keluarga eks- transmigran asal Boyolali yang tersandung masalah hingga terusir dari Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, mendapatkan tali asih dari Bupati Boyolali Seno Samodro.

“Iya, besok pagi, Selasa (6/11) saya berangkat ke Kaltim,” kata Bupati di ruang kerjanya.

Kendati  sebanyak 15 KK atau 55 jiwa itu sudah bukan warga Boyolali, menurut Bupati, tali asih itu sebagai bentuk kepedulian terhadap warga transmigran asal Boyolali, karena sempat telantar di lokasi transmigrasi sebelumnya.

“Harta benda mereka di Boyolali sudah dijual saat menjelang transmigasi,” katanya. Senin (5/12/2011).

Sedangkan besaran bantuan, Bupati mengatakan tidak mengetahui secara persis. Namun dengan tali asih sekitar Rp 10 juta/KK yang diambilkan dari anggaran perubahan tahun ini. Diharapkan dapat menjadi tambahan modal usaha.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Dinakertransos) Boyolali Mulyatno mengatakan, penyerahan bantuan pada Rabu (7/12) mendatang di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur dari bupati, senilai Rp 150 juta dibagikan kepada 15 KK sebagai modal usaha sebelum mendapatkan lokasi baru.

“Masing-masing sebesar Rp 10 juta,” katanya.

Dari limabelas KK yang mendapatkan tali asih, sebanyak 11 KK berasal dari Kecamatan Musuk, 1 KK berasal Boyolali Kota dan 2 KK berasal dari Kecamtan Kemusu. Mereka yakni

Legimin, Warsiyem, Sukadi, Warsito, Marsinu Sinyo Dwiyono, Mulyoto, Paryanto, Slamet, Sunarno, Salamet Suparno, Ngasri, Sugianto, Tri Suranto, Mulyadi dan Yemin Ardiyanto.

”Tali asih dari Pemerintah Kabupaten Boyolali yang diserahkan langsung Bupati Boyolali. Kalau bisa gunakan sebagi modal usaha sebelum mendapatkan lokasi tranmigran yang baru,” katanya.

Setiyono, anggota DPRD Boyolali yang mendampingi transmigran mengatakan sebanyak 15 KK eks transmigran asal Boyolali ini dipekerjakan di sebuah perusahaan kelapa sawit Desa Priyan, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. Di  perusahaan tersebut,disediakan perumahan tipe 45 dan fasilitas pendidikan bagi anak-anak mereka. Gaji mereka dari perusahaan sekitar Rp 45.500/hari.

“Status mereka kini menjadi pekerja biasa, karena status transmigran sudah dicabut oleh Pemkab Kutai Timur,” kata Setiyono.

Salah satu eks transmigran, Marsinu Sinyo  mengaku sangat bersyukur atas bantuan itu, sebab sejak tersandung masalah di Kaliorang pada pertengahan Juli lalu, hingga saat ini kondisi para transmigran hidup sangat pas-pasan. Dia menambakan bahwa para pihaknya akan tetap bekerja di perusahaan sawit sembari menunggu program transmigrasi lokal pemerintah setempat.

“Bantuan ini dapat kami pergunakan untuk tambahan modal jualan,” katanya saat dihubungi via seluler. (Yulianto)

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo