Kepala DPPKAD akhirnya “nyusul mantan Bupati”, ditahan di LP Wanita Bulu Semarang

Dimuat Jul 19th, 2011 dalam Kategori Breaking news, Hukum dan Kriminalitas. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

 

sri wahyuni kepala DPPKAD Sragen

sri wahyuni kepala DPPKAD Sragen

Semarang (Soloraya Online) -  Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sri Wahyuni akhirnya nyusul mantan Bupati Untung Wiyono, bersama – sama menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Kejati, Sri wahyuni diperiksa  hingga pukul 18.15 WIB Senin 18/7 ,  Dia dimintai keterangan seputar kasus penyalahgunaan kasus APBD 2003–2010 Kabupaten Sragen yang juga menjerat Untung Wiyono.

Ini salah satu rangkaian orang dekat mantan Bupati Untung , satu per satu tersangka kasus penyalahgunaan APBD 2003– 2010 Kabupaten Sragen ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

Setelah sebelumnya Kejati menahan mantan Bupati Sragen Untung Wiyono dan mantan Sekda Sragen Koeshardjono, kini  giliran Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sri Wahyuni yang ditahan. Sebelumnya, Sri Wahyuni yang datang dengan mengenakan baju dinas PNS, datang memenuhi panggilan Kejati sekitar pukul 10.00 WIB. Akhirnya tiga serangkai ditahan, ini juga tidak menutup kemungkinan muncul tersangka lain

Pemeriksaan rampung , Sri Wahyuni langsung dibawa menuju Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Bulu Semarang. Menurut Kepala Kejati Jateng Widyopramono, penahanan terhadap Sri Wahyuni dipandang perlu dilakukan karena memenuhi syarat untuk ditahan.

”Ya, tersangka kami tahan seperti yang lainnya,” kata Kajati didampingi Asisten pidana khusus Setia Untung Arimuladi tadi malam.

Kajati mengatakan, dalam kasus penyalahgunaan APBD tersebut, status Sri Wahyuni sama dengan Koeshardjono, yakni turut serta atau bersama-sama Untung Wiyono secara bertahap mengeluarkan atau memindahkan dana dari kas daerah untuk ditempatkan dalam bentuk deposito di BPR Djoko Tingkir dan BPR BKK Karangmalang. Kasus ini menjerat Sri Wahyuni ketika masih menjabat sebagai bendahara DPPKAD.

Perbuatan para tersangka tersebut melanggar Undang- Undang (UU) No 17/2003 tentang Keuangan Negara,UU No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta Pasal 2 dan 3 UU 31/1999 yang telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

HD Junaedi, kuasa hukum Sri Wahyuni, yang ditemui seusai pemeriksaan mengatakan kliennya kooperatif selama menjalani pemeriksaan hingga ditahan.“Kami mengikuti proses hukum saja,” ungkapnya.*(dit)

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo