Bayang – bayang keremangan kehidupan malam di kota Solo

Dimuat Jul 7th, 2011 dalam Kategori Breaking news, Infotainment. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Kementar dan ping ditutup.

sedang melayani tamu

Hiburan (Soloraya Online), Menelusuri kehidupan malam di kota Batik Solo seakan tak pernah ada habisnya, di setiap sudut makin mudah ditemukan. Kali ini, penelusuran tim Soloraya juga merambah ke panti pijat yang memberi layanan plus. Namun juga menyempatkan berkunjung ke salah satu tempat karaoke yang memberikan sensasi kepuasan di pelukan wanita.

 Hari menjelang malam ketika tim melintas di salah satu panti pijat di pusat Kota Solo. Panti pijat ini berbeda ketimbang panti serupa di kota batik ini. Suasananya lebih mirip kos-kosan. Di panti lain, umumnya ruang pijat berjajar-jajar dan hanya dibatasi triplek dan tirai.

Nah, di tempat pemuas hasrat yang satu ini, para pemijat berada di kamarnya masing-masing. Tapi sebelum menikmati pijatan, sebaiknya memilih perempuan yang sesuai dengan kriteria. Di lobi panti pijat itu seorang perempuan duduk menunggu tamu semacam petugas reservasi, dihadapannya berderet foto perempuan-perempuan.

“Silahkan mas mau dipijit sama yang mana, silahkan pilih,” ujar perempuan itu nada yang pelan sambil menunjukkan foto-foto.

Begitu foto ditunjuk, perempuan itu masuk ke dalam, sesaat kemudian meminta agar tamu menuju salah satu kamar yang telah disiapkan.

 Memasuki lokasi panti, deretan kamar-kamar membentuk huruf atau letter U. Tapi malam itu tampaknya seluruh kamar sudah terisi laki-laki yang ingin memuaskan hasrat.

 Tiba di kamar yang ditunjuk, begitu pintu kamar diketuk,  keluar seorang perempuan muda dengan membentang senyum. Dia dengan ramah mempersilahkan masuk ke kamarnya yang berukuran sekitar 3×3 meter. Aroma tubuhnya yang harum tercium ketika anggota tim melangkah melewati pintu. “Malam mas, wah kayaknya capek ya, sudah pernah kesini atau belum,” tanyanya sambil menutup pintu.

Memasuki ruangan itu, memunculkan gairah seakan seperti tengah check in di hotel-hotel. Sepertinya, kalau berteriak atau membuat kegaduhan tak akan kedengaran dari luar.

Apalagi melihat seprei penutup kasur yang berwarna merah muda, kesannya begitu bersih. “Pengen langsung begituan atau pijat dulu mas,” ajak perempuan berumuran 24 tahun sebut saja Nina itu.

Sepintas raut muka Nina memang tak cantik tapi dia begitu manis, bila dipadu dengan bodinya yang aduhai maka lengkaplah sudah malam itu. Nina menghampiri ke bibir ranjang sambil menyibak rambutnya yang panjang. Duduk merapat kemudian seperti memperlihatkan pahanya yang hanya dibalut rok mini berbahan elastis.

“Disini enggak ada gemboknya, beda dengan panti pijat yang lain,” imbuhnya yang mengaku pindahan dari panti pijat yang menggunakan nama putri kerajaan.

Nina yang terus merapatkan tubuhnya sesekali memegang bagian tubuh sensitif sambil meminta agar merebahkan badan. Dia meminta agar baju dilucuti hingga tertinggal celana dalam saja. “Loh, siapa yang nyuruh celana juga,” godanya memberikan mencubit kecil.

Sambil memijat bagian punggung, Nina bercerita bahwa dipanti ini bisa langsung eksekusi dikamar. Tarifnya kata dia dipatok Rp 200 ribu yang hanya untuk short time alias sekali pakai.

“Kalau enggak mau disini diluar juga enggak apa-apa, asalkan pas off (libur),” katanya saat dalam posisi duduk diatas tubuh.

Puas melampiaskan hasrat di panti pijat, mumpung malam belum terlalu larut, kini destinasi selanjutnya adalah ke karaoke. Asal tahu saja, karaoke masih menjadi jujugan utama lelaki yang ingin menjadi bodi pemuas hasrat. Untuk urusan itu, cari saja tepat karaoke di mall ternama Kota Solo.

Disana ada ruangan khusus yang ditempati para perempuan duduk berjajar diatas sofa. Tak perlu malu, karena tempat kita berdiri dan ruangan itu dibatasi kaca besar transparan. Tim bisa melihat wajah setiap perempuan dengan jelas, tapi sebaliknya dari dalam ruangan tak bisa terlihat.

Begitu selesai memilih, seorangan yang disebut mami, langsung meminta agar tamu masuk ke ruang karaoke yang berukuran besar.

Untuk diketahui, menyewa perempuan untuk pendamping karaoke dipatok biaya Rp 50 ribu perjam dan minimal harus dua jam. Itu belum termasuk sewa room serta beli makanan dan minuman.

Empat perempuan berumur antara 22 sampai 26 tahun masuk ke room secara bersamaan. Mereka memperkenalkan diri, sebut sana Nita, Lita, Emi dan Lulu, semuanya mengenakan pakaian seksi. Tiga perempuan Nita, Lita dan Emi tanpa canggung langsung duduk merapat, sedangkan Lulu masih malu-malu.

Ketika ditanya apa mau minum bir, tiga perempuan langsung menjawab mau, tapi Lulu hanya minum softdrink.  “Enggak biasa mas,” aku perempuan muda berparas manis itu.

Musik sudah digeber, rata-rata keempat perempuan itu sudah memiliki lagu masing-masing. Semakin malam mereka memilihkan lagu bernuansa house music dan mengajak untuk melantai. Maklum room ini tergolong besar, cukup untuk melantai tujuh pasangan.

Saat bergoyang, tanpa canggung mereka menyodorkan pantatnya ketika berada dipelukan. Nah, disaat posisi saling bertemu muka, secara spontan Nita memasang bibir untuk dicium. Lelah dalam posisi berdiri, kemudian berpindah ke sofa, dalam posisi Nita diatas pangkuan.

“Enggak bisa gituan, sekarang lagi menstruasi, lain kali saja datang kesini, baru keluar kemana gitu,” katanya ketika ditanya apa bisa melayani esek-esek.

Satu perempuan sebut saja Lita, mengaku mau diajak keluar asalkan bersama dengan Nita. Kali ini mereka tak menyebut tarif, tapi wanti-wanti agar menghubungi sore hari. Sehingga mereka bisa beralasan untuk sakit kepada pemilik karaoke atau maminya. “Kita enggak ada libur, kalau pengen masuk ya masuk,” aku Lita. (tim/01)

Komentar ditutup

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo