Ratusan nasabah adukan BMT Isra Kartasura ke Polisi

Dimuat Mar 22nd, 2011 dalam Kategori Breaking news, Hukum dan Kriminalitas. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan melalui RSS 2.0. Anda bisa meninggalkan tanggapan atau trackback untuk berita ini

 

ilustrasi

ilustrasi

Sukoharjo (Soloraya Online), Laporan pengaduan dilayangkan nasabah dengan nomor STPL/189/III/2011/JATENG/RES SKH tertanggal 19 Maret 2011. Dalam laporan tersebut dijelaskan oleh pihak pelapor yakni Yulida Rochman (50) warga Sawahan Baru RT 04 RW 09, Purbayan, Baki, Sukoharjo bahwa para nasabah Koperasi Serba Usaha Syariah BMT Isra Kartasura mengaku menjadi korban penipuan atau penggelapan dana oleh terlapor Bambang Witanto (39) direktur BMT Isra warga Brumbung, RT 03 RW 07 Kaliancar, Selogiri, Wonogiri dan Badarudin (31) manager BMT Isra Soloraya warga Sarepan RT 02 RW 12 Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

Sekitar 500 nasabah Koperasi Serba Usaha Syariah atau Baitul Maa Wattamwil (BMT) Isra yang beralamat di jalan Wimbo Harsono nomor 25 Kartasura Sukoharjo mengaku tertipu. Total dana lebih dari Rp 3 miliar hilang tanpa bekas. Merekapun kesal dengan pemilik koperasi dan mengadukanya ke Polres Sukoharjo.

Salah satu nasabah yang jadi korban penipuan, Yulida Rochman mengatakan, dirinya tertarik berinvestasi di BMT Isra karena tergiur dengan uang bagi hasil atau “nisbah ” yang tinggi tiap bulan sebesar 3 % dari dana yang disetorkan. Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta tersebut mengaku, pada awalnya dirinya menyetorkan dana Rp35 juta dan mengambil jatuh tempo pengembalian dana selama 18 bulan. Mulai dari masuk hingga menginjak bulan ke sebelas, Yulida mengatakan semuanya berjalan lancar. Tapi menginjak bulan ke 12, masalah mulai muncul.

“Biasanya saya menerima Nisbah Rp 1.150.000 per bulan hingga bulan ke-11 tapi pada bulan ke-12 turun menjadi Rp 700.000 dan bulan berikutnya justru tidak mendapat sama sekali,” ujar Yulida Rochman, Selasa (22/3).

Mendapat kecurangan membuat Yulida mencoba meminta klarifikasi kepada pihak BMT Isra. Hasilnya, pihak BMT Isra memita kelonggaran pembayaran. Tapi sampai jatuh tempo pengembalian dana pada 8 Maret 2011 lalu, pengurus juga ingkar janji. Parahya lagi, saat ini kantor BMT sudah tutup dan pengurus lari.

“Saya dan nasabah BMT Isra Karatasura lainya merasa menjadi korban penipuan jari melapor kasus ini ke Polres Sukoharjo, sebab kerugianya sangat besar sekitar Rp 3 miliar,” ujarnya.

Jumlah kerugian nasabah semakin besar karena BMT Isra juga membuka cabang di daerah lain seperti di Bekonang, Sukoharjo dan beberapa lainya di Kota Solo. Menurut Yulida, kedua kantor cabang tersebut saat ini sudah dalam kondisi kosong setelah pihak nasabah BMT Isra Kartasura sempat mendatangi untuk memita uangnya.

Setiap nasabah, menurut Yulida, uang yang disetorkan bervariasi. Ada yang Rp10 juta, Rp20 juta, Rp40 juta, Rp100 juta, bahkan ada yang Rp360 juta. Untuk jatuh temponya juga bervariasi karena jatuh tempo simpanan setiap nasabah bervariasi. Mulai tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, dan 18 bulan.

Kuasa hukum Yulida, Doyo Priyonggo menambahkan kasus penipuan BMT Isra bukan kali ini saja terjadi khususnya di wilayah Kartasura, Sukoharjo. Sebab pihaknya mendapat informasi kasus serupa dilakukan BMT Isra juga terjadi di Bantul, Yogyakarta. “BMT Isra berpusat di Bantul dan kasus ini juga sudah ditangani di Polres Bantul. Bahkan, untuk Bambang sendiri sudah ditangkap dan ditahan,” tegasnya. * (put)

Tinggalkan Komentar

Galeri Foto

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN JURNALIS SOLORAYAONLINE.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI SOLORAYA ONLINE : 0271 - 2600064 , 081 329 605 272
Log in
SoloRaya OnlineOm Kicau Solo